Social Icons

Jumat, 27 November 2015

Kekagumanku Kepadamu

Beberapa minggu berlalu, mungkin karena sering chat dia mulai terbuka kepadaku. Segala aktifitas hingga sejarah nasabnya pernah diceritakan kepadaku, namun mungkin sekarang aku sudah agak lupa untuk mengingat setiap nama yang pernah dia ceritakan.

Sebenarya melalui chat ini ada yang pernah membuat aku kagum padanya. Pernah aku bertanya tentang Display Pictures (DP) keluarganya yang semenjak aku punya pin nya DP tersebut tidak pernah berganti. Akupun bertanya kenapa DP nya tidak pernah berganti kepadanya, tahukah engkau kawan apa jawabanya “kamu tahu, semenjak aku punya BBM, DP itu yang aku pasang sampai sekarang” dengan manis ia berkata begitu. tahukah juga engkau kawan, hal ini adalah kekagumanku yang kedua setelah melihat foto DP nya yang sangat mecerminkan pengabdain seorang anak kepada oragtuanya. Tidak lantas berhenti dari itu saja aku melanjutkan ke pertanyaan yang lain “terus mau sampai kapan dipasang, gak ganti-ganti?”, ia pun menjawab “bila waktunya tiba pasti nanti aku ganti”, tambah membuat aku penasaran dengan anak ini, ternyata banyak kejutan di balik wajahnya yang polos. Setelah itu aku tak begitu mengingat apa selanjutnya pembicaraan yang kita bahas tapi yang pasti setelah itu aku selalu menunggu momen dimana DP itu akan berganti.



Entah kenapa aku juga heran, tiba-tiba dia mulai curhat tentang sahabatnya kepadaku, eh “Mantan Sahabat” maksud ku. Sepertinya dia mulai jengkel dengan kelakuan mantan sahabatnya tersebut yang akhir-akhir itu selalu mengganggu dia melalui media sosial apa saja. Sepertinya dia terlalu sakit hati dengan mantan sahabatnya tersebut. Pernah Puput bercerita kepadaku tentang sahabatnya, mereka awalnya seperti kita sekarang, yaitu teman dekat yang sering chating dan lain sebagainya. Sahabatnya adalah dari keluarga orang kaya menurut penangkapanku, akan tetapi orangtuanya selalu memanjakannya sehingga perilaku nakalnya tereksplor sampai puncaknya. Berkelahi, rokok, dan minum alcohol adalah kebiasaanya sehari-hari sebelum mengenal Puput. Namun setelah mengenal Puput Sahabatnya tersebut menjadi “bertaubat” sekarang menjadi lebih baik, Puput telah menginspirasinya untuk kembali kearah yang lebih positif. Tapi entah kenapa, persahabatan mereka harus diakhiri dengan periode yang buruk. Sahabatnya membuat Puput menangis tak karuan, hingga Ibunda Puput turun tangan menenangkan juwitanya tersebut, begitu lara perasaan Puput. Puput pun selalu menanyakan apa yang terjadi , apa alasannya sahabatnya tersebut berlaku begitu. Namun sahabatnya tidak pernah menanggapi pertanyaanya tersebut, dan tidak pernah menjelasakan pa yang terjadi. Pada akhirnya Puput pun menyadari dan menyimpulkan sendiri apa yang sebenarnya terjadi bahwa sahabatnya tersebut lebih memilih pacar baru nya ketimbang Puput sebagai sahabatnya.

Jujur aku akui bahwa pembicaraan tentang sahabatnya tersebut semakin melekatkan hubungan pertemanan kita sekarang, sering aku melemparkan saran kepada Puput agar tidak terlalu jengkel kepada mantan sahabatnya tersebut, dan meminta agar mereka berbaikan kembali. Entah ditanggapi apa tidak atau malah masuk telinga kanan keluar telinga kiri, yang pasti kita sangat menikmati setiap detik waktu itu. Seperti kata Spongebob dalam salah satu episodenya dia berkata “Setiap detiknya adalah emas”.

Chatting Pertama

Mungkin kalian bertanya-tanya kawan setelah membaca artikel teratas yang berjudul mushafku, bagaimana aku bisa mengenal sosok bidadari ini, dan seberapa jauh kedekatanku dengannya.

Mungkin dari sekian nama yang akan aku ceritakan adalah Yolanda terlebih dahulu, Yolanda adalah kakak terbaikku mungkin yang tidak memiliki hubungan darah setetespun dari kedua orang tuaku. Sama seperti halnya puput, dia adalah teman sediklatan di KSR PMI Unit UM tempat aku menimba ilmu, Yolanda lebih dahulu aku kenal dari pada Puput . Kedekatanku dengan Yolanda  sangatlah beragam, dia bisa memacu semangatku dan juga membuat diri ini menjadi bangga juga berguna, akan tetapi dia lebih dari seoang kakakku tempat aku bercerita dan mencurahkan isi hati, walaupun terkadang tidak langsung menemukan jawaban terhadap suatu permasalahan akan tetapi hati ini lega ada tempat untuk berbagi. Dia juga sering bercerita kepada ku, tak jarang pula aku menanggpinya juga member saran. Sepertinya kita saling memberikan feed back yang baik dan konstruktif.

Minggu, 22 November 2015

Awal Cerita Mushafku

Jika nanti engkau datang dengan cinta,
saya berharap engkau mencintai saya dengan segenap hati.
Temani aku dalam kesuksesanku
dan dukung aku jika aku berada di bawah


ini adalah cerita awal dari panjangnya mushaf kisah cinta dihidupku. Cinta yang sebenarnya menurutku, karena tidak pernah aku cinta sedalam ini terhadap seorang wanita tidak pula se-Fighter  ini dalam memperjuangkan untuk mendapatkan cintanya.

Namanya Rizki Putri Ramadani, nama yang sungguh indah nan penuh makna dalam setiap hurufnya, lahir 6 Februari 1996 yang bertepatan juga dengan tanggal 17 Ramadhan 1417 Hijriyah, tahukah kau kawan hari apa itu, jika kau tahu, yap itu adalah hari dimana malamnya diturunkanlah al-Quran. Dialah Rizki (Harta) seorang anak mungil penuh kelembutan ditengah keluarga kecil yang baru saja keduanya menjadi seorang ibu dan seorang bapak, betapa bahagianya mereka mendapatkannya dimalam yang special. Begitu halnya Puput (Rizki Putri Ramadani kecil) yang sangat beruntung mendapatkan dekapan hangat dari kedua malaikatnya.



Hanya sedikit kisah kecilnya yang ku ketahui. Malaikat-malaikatnya begitu menyayanginya begitu juga feedback akhirnya dia pun juga sangat menyayangi kedua orangtuanya. Tak pernah dia berniat untuk mengurangi sedikitpun kebanggaan dan mengecewakan mereka. Menjadi no.1 atau yang terbaik adalah tujuan hidupnya saat masih kecil hingga sekarang.



Dengan tubuh kecil kurus dan berkulit putih langsat khas orang Indonesia dia menjelma menjadi seorang anak yang cukup aktif, menjadi penari gandrung kecil pernah ia jalani walaupun hanya mendapatkan juara 3. Tidak hanya itu kecintaanya pada olahraga juga muncul, badminton adalah passionnya dahulu, sampai-sampai dia ikut klub badminton disekolah SMP, mungkin ini adalah bakat yang diturunkan oleh bapaknya yang gemar sekali bermain badminton, namun sayang tidak sampai ikut kejuaraan ia harus gantung raket, entah kenapa penyebabnya. Bukan hanya tari dan oahraga, kecintaanya pada agamanya juga patut acungin jempol menjadi juara tartil Al-Quran pernah ia dapat saat masih duduk di bangku mengaji TPQ setempat.


Masuk SMA ia nampaknya agak menutup diri dalam artian bukan dalam pergaulan, namun lebih kepada cara berpakaian yang benar dan sopan. Walaupun dalam masa-masa ini dia tidak lagi menari dan bermain badminton, namun dia masih menjadi siswa yang aktif. Menjadi ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) pernah dia jabat. 

Dengan sedikit cerita kecilnya saja sudah membuat diri ini bangga akan mengenalnya, entah ini hanya sebuah kekaguman semata ataupun cinta sebenarnya. yang pasti semua akan kujalani dengan bersungguh-sungguh dan kita lihat kisah akhirnya di mushaf ini.

Kamis, 05 November 2015

Statistik Kesehatan

Secara lebih terinci Notoatmodjo (2011) statsistic kesehatan adalah suatu cabang statistic yang berurusan dengan cara-cara pengumpulan, kompilasi, pengolahan dan intrepertasi fakta-fakta numeric sehubungan dengan sehat dan sakit, kelahiran, kematian, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan itu pada populasi manusia.

Penilaian terhadap kesehatan individu dan kesehatan masyarakat
Penilaian kesehatan individu dinilai dari kondisi individu secara spesifik, sedangkan pemeriksaan kesehatan masyarakat  berdasarkan kejadian-kejadian penting yang menyangkut penduduk atau populasi.

kesehatan individu
kesehatan masyarakat
Pemeriksaan Fisik
Angka Kesakitan
Pemeriksaan Laboratorium
Angka Kematian
Pemeriksaan Lain pada Individu
Angka Kelahiran dsb yang menyangkut populasi

Adapun sumber-sumber data statistic kesehatan biasnya dapat diperoleh dari:

1.       Institusi kesehatan
Puskesemas, Rumah Sakit, Poliklinik, Apotek, Rumah Bersalin, Dinas Kesehatan, dll.

2.       Program Khusus
Pelayanan Kesehatan Sekolah, Pemberantasan Penyakit Menular, dll.

3.       Survei Epidemologi
Diperoleh dari survey langsung kepada masyarakat.

4.       Survei Kesehatan Rumah Tangga
Biasanya dilakukan dengan berperiode (3,4,5 tahun sekali).

5.       Institusi Khusus
Perusahaan Asuransi, Statistik desa, KUA, tempat-tempat karantina.


Sumber:
Notoatmodjo, Soekidjo. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta

Statsistik Deskriptif, Inferensial, dan Fungsi Statistik

Dalam kondisi Real dilapangan benefit dan Cost adalah faktor utama yang paling diasosiasikan dengan pengambilan suatu keputusan, tanpa adanya statistika tentunya dasar pengambilan keptusan itu sangatlah lemah, karena keberadaan data yang minim dan jikapun ada akan sangat lemah dan kurang lengkap. Oleh karena itu pengunaan statistic penting untuk membantu member bobot dalam mengambil suatu keputusan.



Yang dibutuhkan dalam statistic adalah data statistic atau angka yang mewakili pengukuran suatu objek, sedangkan suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka disebut juga statistic. Melalui teori serta metodologi dari statistic kita dapat membantu menentukan data dari statistic yang mana harus dikompilasikan, dikumpulkan, diolah, disajikan, dan dianalisis kemudian menarik kesimpulan (Notoatmodjo, 2003).

Dalam perkembangannya Notoatmodjo (2003) dan Budiarto (2012) menyebutkan menurut definisi statistika dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.  Statistika Deskriptif
Adalah suatu statistika yang bertujuan untuk memperoleh gambaran sesuatu yang sesifik dan tidak memikirkan mengenai implikasi atau kesimpulan sesuatu yang besar dan umum. Seperti gambaran tentang keadaan suatu penyakit, kematian karena penyakit tetentu, sampai jumlah penderita yang membutuhkan rawat inap. Informasi demikian bersifat administratif

2.Statistka Inferensial
Sedangkan statistika inferensial adalah statistika yang menggambarkan kesimpulan cirri-ciri populasi yang ditarik dari suatu set data statistic sample. Hal ini berguna untuk menguji hipotesis berdasarkan teori estimasi dan distribusi probabilitas.


Walaupun statistika dibedakan menjadi dua kategori, akan tetapi diantara keduanya tidak dapat seluruhnya dipisahkan satu sama lain. Akan tetapi banyak sebagia klinisi menganggap statistika deskriptif kurang bermanfaat disbanding statistika inferensial, namun jika statistika inferensial lepas dari statstika deskriptif maka akan menjadi sia-sia dan tidak berguna. Oleh karena itu antara statistika inferensial dan deskriptif tidak dapat dipisahkan.

Adapun manfaat dari statistic menurut Notoatmodjo (2003), sebernarnya statistic membantu para pengelola dan pelaksana program kesehatan dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam berbagai kegiatan yang akan dilakukan.

1. Statistic dalam perencanaan
Proses pengumpulan data, pengolahan serta penganalisisan data dilaukan secara terstruktur. Dengan kata lain , setiap data merupakan valid dan dapat dipercaya. Data kemudian akan menjadi informasi dan digunakan sebagai dasar mengambil keputusan yang tepat sehingga sangat membantu dalam setiap kegiatan perencanaan program.

2. Statistic dalam monitoring
Seperti yang telah dijelaskan dalam arti sempit, statistic merupakan data ringkasan berbentuk angka, hal ini sangat membantu dalam kegiatan monitoring. Yang dilakukan dalam monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program yang menyangkut berbagai variable berbentuk data ringkasan (Contoh: Jumlah bayi yang ditimbang, Jumlah penduduk, Jumlah peseta KB, dsb).

3.  Statistic dalam evaluasi
Dengan mengetahui berbagai data yang dapat diperccaya maka selanjutnya kita dapat menganalisis dan memutuskan yang baik dan buruk. Selain itu berbagai data yang kita dapatkan bisa dibandingkan dan selanlanjutnya digeneralisasi dari sampel yang kecil kepada populasi.


Sumber:
Budiarto, Eko. 2001. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat prinsip-prinsip dasar. Jakarta: Rineka Cipta

Selasa, 03 November 2015

Apa Itu Biostatistika

Biostatistika, mungkin pernah kita bertanya-tanya apa itu yang namanya Biostatistika. Jika ingin menelisik lebih dalam pada dasarnya biostatstika dan statistika sanagtlah mirip, hanya fak dalam penggunaannya yang berbeda.



Biostatistika sendiri adalah sebuah metode statistika yang digunakan dalam menghitung mahluk hidup atau yang terkait dengan mahluk hidup (jumlah penduduk, mortalitas, morbiditas, indek, rasio, tren penyakit, dll). Penggunaan bostattistika lebih dicondong pada dunia kesehatan dan kedokteran, hal ini tidak luput dari keinginan dalam disiplin ilmu tersebut untuk mengetahui keberadaan penyakit, tingkat kesembuhan, keefektifan penggunaan obat-obatan, dan rasio penyakit yang ada di masyarakat/orang. Untuk statistika sendiri dalam buku Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat karangan Eko Budiarto (2001) mempunyai 3 pengertian:
  1.   Statistika merupakan kumpulan angka yang dihasilkan dari pengukuran atau perhitungan yang disebut data,
  2.  Statistika data pula d5artikan sebagai statistic sample
  3. Statistika sebagai suatu metode ilmiah yang dapat digunakann sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan, mengadakan analisis data hasil penelitian, dan lain lain.

Tidak jauh berbeda dengan pengertian yang disimpulkan Budiarto (2001), Notoatmodjo (2003) mengartikan statistik merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan (compilling), pengolahan, penyajian, dan analisis data termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsure ketidakpastian berdasarkan konsep probabilita.

Dalam perkembanganya statistika ini banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu yang ada, dalam biostatistika pembahasan kali ini ada 2 macam jenis statistika yaitu, statistika kesehatan dan statistika kedokteran.

Budiarto (2001) statistika kesehatan adalah data dan informasi yang berkaitan  dengan masalah kesehatan. Statistika kesehatan sendiri sangat berguna untuk kepentingan administrative, seperti program pelayanan kesehatan, menentuka alternative penyelesaian masalah kesehatan, dan melakukan berbagai analisis penyakit selama periode tertentu (time series analisis). Statistika kesehatan secara administrative dapat digunakan dalam memberikan penerangan tentang kesehtan terhadp masyarakat, misalnya info tentang pentingnya imunisasi terhadap bayi atau penularan HIV-AIDS, dsb.

Sedangkan statistika kedokteran menurut Budiarto (2001) digunakan untuk memperoleh informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah kedokteran, misal angka kematian (mortalitas), angka kesakitan (morbiditas) yang disebabkan oleh penyakit tertentu, KLB, pandemic, epidemic, dll. Informasi tersebut dapat digunakan dalam merencanakan rogram penanggulangan penyakit, pencegahan dan pemberian obat-obatan agar dmpak penyakit tersebuat dapat dikurangi. Statistika kedokteran merupakan suatu pedoman yang penting dalam penarikan kesimpulan dari penelitian dalam upaya mencari efektifitas dan efisiensi penyembuhan penyakit.

Sumber:
Budiarto, Eko. 2001. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat prinsip-prinsip dasar. Jakarta: Rineka Cipta
 
 
Blogger Templates