Hari demi hari pun berlalu, tiba dimana
organisasiku KSR PMI Unit UM menyelenggarakan acara untuk keorganisasian
anggota baru, acara tersebut bertajuk “Latihan Kepemimpinan dan Menejemen
Organisasi”.
Ya di acara ini menurutku menjadi start
poin hubungan aku dan Puput. Aku menjadi lebih memerhatikan dia, mengetahui
keberadaanya setelah beberapa acara aku tak mengetahui keberadaanya padahal dia
sangat dekat jaraknya denganku, hal ini aku sadari setelah mebuka kembali
album-albu foto beberapa bulan yang lalu, seperti DIKLATSAR, WISANG, dan Dies
Natalies IPRI.
Bisa dikatakan aku malu-malu pada acara ini
untuk sekedar mengobrol dengan dia, seperti ada yang aneh dalam batinku, tidak
seperti biasanya, dan mirip seperti orang kasmaran, detak jantung pun dag dig dug
tak karuan, “apa dia tak sungkan untuk berbicara denganku” itu yang selalu
berada dalam pikiranku dahulu. Tidak disangka pada akhir acara pada hari pertama da
mengajak teman-temannya termasuk aku untuk berfoto. Niatnya sih memamerkan baju
PSH terbaru yang kita miliki, tapi suatu kehormatan bagi saya dapat berfoto dengannya.
Acara LKMO berlanjut pada hari kedua, di
hari kedua ini semua anggota di ajak untuk membuat suatu acara kepanitiaan dimana
panitia bertindak juga sebagai peserta. Kebetulan aku dan Pupu menjadi satu
sie. Sie Konsumsi adalah bagian dari kita ditambah dengan Hayu, Elma, dan juga
Mawar.
Sebagai anggota baru dalam masalah
kepantian acara semua anggota disini hanya belajar, dan ini hanya kepanitiaan
simulasi, namun tetap para anggota juga bekerja dengan sungguh-sungguh. Begitu
pun sie konsumsi, yang tak henti-hentinya untuk berbelanja dengan uang yang agak tergolong nipis, sie
konsumsi harus berjuang keras dalam mendapatkan makanan murah tapi bisa dimakan
dalam artian “Enak”. Mungkin ini adalah moment paling
seru dari sie konsumsi LKMO. Sayangnya putri berboncengan dengan Hayyu, menggerutu dalam batinku “kok bukan aku
saja yang pergi sama puput”.
Hari berganti ke-hari
minggu dalam pekan itu. Hari ini adalah hari yang kunanti sejak hari jumat,
dimana malam itu dia mengajak aku untuk bersepeda bareng. Mungkin hal ini akan
bisa membuat kita lebih dekat, pikirku dalam hati. Lantas diapun aku ajak untuk
bersepeda ke taman singgah merjosari, taman ini merupakan taman dimana para
pandawa berkumpul, tempat yang seru sehingga ide-ide kreatif akan muncul dengan
sendirinya. Jarak yang cukup jauh antara tempat kos kami yang lumayan
berdekatan dengan taman ini nampaknya membuat puput sedikit ngos-ngosan dalam
mengayunkan pedal sepeda mini yang ditungganginya yang merupakan sepeda
temannya, “Oh Alloh... sampek rela pinjem” maklum lah sepedaku adalah MTB yang
tidak ada boncengannya.
Sebenarnya kasian banget
melihat puput begitu, lantaran dia tidak terbiasa bersepeda. Tapi hal itu
merupakan pemandangan yang cukup menawan menurutku. Dengan mengayunkan pedal
sepedaku dengan pelan, aku sering menolehnya kebelakang.
Di taman kami pun duduk-duk dengan memandangai suasana sekitar taman, ya hari
itu masih pagi,masih sekitar jam 9, tidak terlalu panas dan tidak terlalu
dingin untuk udara malang, ditambah suasana mendung semakin mengheningkan hari
ini. Ada yang berjogging, duduk santai seperti kami, atau di sudut agak tengah
tengah ada yang ber-foto ria.
Entah apa yang kami
bicarakan dulu, tapi semua itu membuat kita semakin dekat. Ya walaupun puput
menganggap aku sebagai sahabat karibnya, tapi menurutku kita lebih dari sekedar
sahabat karib, ada sesuatu yang berbeda disini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar