Social Icons

Kamis, 04 Februari 2016

Konsep Peran Serta Dan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesehatan Masyarakat


A.      Peran Serta Masyarakat (PSM)
1.       Konsep
Peran serta masyarkat atau (PSM)  adalah proses dimana individu, keluaga dan lembaga masyarkat termasuk swasta dalam mengambil tanggung jawab atas kesehatan nya.
PSM ini bersifat persuasive tidak memerintah dan lebih condong kepada peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan masyarakat dalam menemukan, merencanakan, dan memecahkan masalah menggunkan sumber daya yang mereka miliki.
World Health Asembly (1979) menyatakan PSM adalah proses untuk mewujudkan kerjasama kemitraan antara pemerintag dan masyarakat setempat dalam merencanakan, melaksanakan, dan memanfaatkan kegiatan kesehatan sehingga memperoleh manfaat berupa peningkatan kemampuan masyarakat. Masyarakat sendiri berperan sebagai enentu prasarana dan pemeliharaan teknologo tepat guna dalam pelaynan kesehatan. Adapun hal-hal yang dilakukan dalam PSM adalah:
a)      Mengambil tanggug jawab atas kesehatan dan ketergantungan dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat
b)      Mengembangkan kemampuan untuk berkontribsi dalam pengembangan kesehatan mereka sendir dan masyarkat sehingga termotivasi untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan.
c)       Menjadi agen pembangunan kesehatan dan pemimpin dalam menggerakkan PSM.


2.       Definisi
Ada banyak pengertian atau definisi dari PSM itu sendiri menurut para ahli dalam Mubarak (2012), antara lain:
a)      Arnstein (1969) mengemukakan bahwa PSM adalah bagaimana masyarakat dpat dalam perubahan sosial yang memungkinkan mereka mendapatkan bagian atau keuntungan dari kelompok yang berpengaruh
b)      Depkes RI (1997), PSM dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu, keluarga, maupun masyarakat umum ikut serta bertanggun g jawab terhadap kesehatan diri, keluarga maupun kesehatan masyarakat kingkungannya.
c)       Canter (1997), PSM adalah suatu proses yang melibatkan masyarakat, yaitu proses komunikasi dua arah yang terus menerus untuk meningkatkan penegrtian masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa PSM mengandung arti diri sendiri, keluarga dan masyarakat yang berkomunikasi interaktif guna bertanggung jawab, membangun dan mengembangkan guna mendapat keuntungan secara umum berupak derajat kesehatan yang meningkat.
3.       TujuanSasaran dan Arti penting
PSM sendiri memiliki tujuan umum dan khusus:
a)      Tujuan Umum
Psm bertujuan untuk mewujudkan upaya yang dilakukan masyarakkat secara teroganisir untuk meningkatkan jumlah dan mutu upaya kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan.
b)      Tujuan Khusus
1)      Terwujudnya opini positif pada masayarakat terhadap kesehatan
2)      Terwujudnya pelayanan kesehatan untuk memacu pembangunan kesehatan.
3)      Meningkatkan kemandirina dan kerjasama lembaga non-pemerintah
4)      Meningkatnya kualitas dan kuantitas kelembagaan non-pemerintah
5)      Memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan
6)      Memperkuat kemampuan pemimpin, pemuda, dan TOMAS dalam menggerakkan masyarakat
7)      Meningkatnya kemampuan berorganisasi masyarakat
8)      Meningkatnya kemampuan masyarakat dan organisasi dalam menggali dan menghimpun dan mengelola upaya keseshatan masyarakat
9)      Dan terbinanya organisasi dan institusi yang berorientasi kesehatan masyarakat.
Adapun tujuan tersebut harus memperhatikan beberpa prinsip sebagimana berikut:
a)      Mengutamakan organisasi yang sudah ada
b)      Membentuk dan membina pemimpin
c)       Meningkatkan kemampuan pelayan dan promosi kesehatan
d)      Member kesempatan kepada seluruh masyarakat
e)      Memandirikan masyarakat.
Sasaran dari PSM adalah
a)      TOGA dan TOMAS
b)      Keluarga
c)       Kelompok Khusus (GenMu, Wanita, Angkatan kerja, dll)
d)      Dan Organisasi (OP, pengobatan tradisional, LSM)
PSM ini merupakan unsure mutlak dalam pembinaan kesehatan dan memegang kunci penting dalam mencapai keberhasilan kesehatan.
4.       Bentuk dan teknik
Partisipasi masyarakat dapat terjadi dalam beberpa tingkatan yaitu:
a)      Peran serta karena terpaksa karena adanya ancqaman atau sanksi
b)      Peran serta karena imbalan berorientasi pada profit
c)       Peran serta karena kesadaran berorientasi pada kebutuhan
d)      Partisipasi karena ingin meniru dimunculkan karena dentifikasi
e)      Partisipasi karena tuntuan HAM dan tanggung jawab, merupakan tingkat artisipasi paling tinggi

5.       Wujud dan Tingkat
Wujud PSM ada 2 yaitu tenaga dan materi. Sedangkan tingkatannya mrip seperti bentuk PSM itu sendiri.

6.       Motivasi
Motivasi menurut depkes (1997) adalah dorongan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan kegiatan terrentu guna mencapai tujuan.
Motivasi ini ada 3 komponen yaitu:
a)      Menggerakkan, berrti mnimbulakn kekuatan pada individu
b)      Mengarahkan, agar tujuan tersebut tercapai
c)       Menjaga dan menopang dilakukan agar motivasi tersebut tidak hilang
Motivasi timbul karean ingin tahu, profit yang menggiurkan,menghindari sanksi.

7.       Faktor yang mempengaruhi
a)      Tingkat pengetahuan, intinya semakin tinggi pengetahuan maka semakin tinggi esadaran masyarakat untuk berperan serta.
b)      Sikap mental, merupakan kondis kejiwaan, perasaan dan keinginan dimana semua hal ini berpengaruh dari dalam individu keluar menuju lingkungan.
c)       Tingkat kebutuhan, selama tingkat kebutuhan terpenuhi dalam keiutsertaan anggota maka, PSM ini kan terus berkembang.
d)      Keterikatan kelompok, hubungan individu juga akan mempengaruhi , seperti hubungan keluarga, atau ikatan formal seperti anggota organisasi dll.
e)      Tingkat kemapuan Sumber daya, hal ini sanagt dipengaruhi oleh tingakat kebutuhan masyarakat.
f)       Sedangakan dalam kegaiatnnya faktor  yang mempengaruhi PSM adalah: manfaat, kesemapatan,  keterampilan yang khusus, rasa memiliki, tokoh masyarakat.

8.       Faktor pendorong dan penghambat partisipasi masyarakat
a)      Faktor pendorong
1)      Konsep pertisipasi masyarakat seerti gotong royong
2)      Kesadaran lingkunga oleh pihak penyedia pelayanan.
b)      Faktor penghambat
1)      Presepsi yang kontra
2)      Pelayan terlalu mengejar target sehingg berkesan tidak partisipatif

9.       Keuntungan Partisipasi masyarakat
a)      Bagi masyarakat:
1)      Upaya kesehatan dilaksanakan sesuai dengan masalah yang dihadapi
2)      Upaya kesehatan dapat diterima dan dijangkau
3)      Masyarakat merasa puas karena mempunyai andil dalam menilai pelaksanaan upaya kesehatan
4)      Masyarakat akan mengembangkan sikap positif serta motivasi mereka untuk hidup sehat.

b)      Bagi Penyelenggara pelayanan
1)      Adanya penemuan dan pengerahan potensi untuk pemabngunan bidang kesehatan.
2)      Meluasnya jangkauan pelayanan kesehatan
3)      Mencipatakn rasa ikut memiliki dan ikut bertanggung jawab di pihak masyarakat
4)      Menjadi wadah dan jalur control terhadap pelayanan kesehatan
5)      Sebagai pintu masuk untuk partisipasi di bidang lain
6)      Wadah dialog antara masyarakat dan pihak penyelenggara

10.   Kebijkan dan pengembangan
a)      Kebijakan
1)      Dilakukan mengtamakan jalur organisasi yang sudah ada
2)      Pembentukan dan pembinaan keemimpinan yang berorientasi kesehatan
3)      Pemberian  kemampuan, kekeuatan, dan kesempatan yang lebih kepada organisasi.
b)      Pengembangan
1)      Pembangunan masyarakat desa, hal ini dilakukan dengan cara gotong royong dan swadaya. Hal ini dilakukan dalam rangka menolong diri (masyarakat) untuk mengenal dan memecahkan masalah.
2)      Posyandu, posyandu akan direvitalisasi dan dititik beratkan  pada  strategi pendekatan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.
3)      Dana sehat, proses pemeliharaan kesehatan dari, oleh, dan bersama masyarakat.
11.   Pengembangan PSM
a)      Dengan pola rekayasa,  dan rekaysa sosial
b)      Penggunaan norma
c)       Power coresive strategis
d)      Pola factorial
Sedangkan peningkatannya dapat berupa
a)      Mematangkan kesiapan masyarakat
b)      Mewujudkan pemimpin dan perintis pemangunan
c)       Mengenal, mengajak, member kesempatan, dan melibatkan berbagai organisasi masyarakat
d)      Menyelengarakan oenddikan dan latihan bagi penyelenggra upaya kesehatan.

12.   Langkah Pengembangan
a)      Pertemuan tingkat desa
b)      Pengkajian dan penjajakan atau survey masyarakat
c)       Musyawarah masyarakat desa guna mengenalsis masalah oleh masyarakat
d)      Pembentukan, pelatihan, dan pembinaan kader kesehatan.
e)      Pelaksanana upaya kesehatan oleh masyarakat
f)       Pembinaan dan plestarian kegiatan, serta tndak lanjut.
Rangkaian ini pada dasarnya adalah pendekatan edukatif agar masyarakat sadar dan aktif terlibat dalam pengenalan masalah.
13.   Pendekatan /Pertemuan Tingkat desa
Kegiatan in meruapakan kegiatan awal dari pembinaan peran serta masyarakat ditingkat desa dengan tujuan:
a)      Dikenali masalah kesehatan secara umum
b)      Dikenalnya program yang akan dijalankan
c)       Penelaahan masalah kesehatan
d)      Mendapat dukungan pamong dan pemuka masyarakat
e)      Tersusunnya kelompok kerja.

14.   Survey mawas diri
Adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan fakta, data, informasi,baik kuantitatif dan kualitatif terkait masalah kesehatan, benaca, dan kegawat daruratan.

15.   Musyawarah Masyarkat desa
Merupakan pertemuan seluruh masyarakat guna membahas hasil survey, guna:
a)      Masyarakat mengenal permasalahan yang dihadap
b)      Memberoleh kesepakatan bersama dalam menanggulangi permasalahan tersebut
c)       Serta menyusun rencana kerja.

16.   Pelatihan kader kesehatan desa
Hal ini perlu karena dalam rangka mempersiapkan kaer kesehatan agar mau dan mampu berperan serta dalam mengembangkan program kesehatan di wilayahnya.

17.   Pelaksanaan Upaya kesehatan oleh masyarakat
Upaya kesehatan yang dilkukan oleh masyarkat mencakup upaya preventif, promotif,  kuratif, dan rehabilitative. Upaya yang dilkukan berupa posyandu, toko obat keluarga, polindes, dan pos kesehatan. Dimana kesuma upaya ini masih dibawah pembinaan oleh puskesmas setempat.

18.   Tolak ukur keberhasilan
Adapun [eran serta masyarakat mempunyai tolak ukur agar dapat menjadi bahan evaluasi program yang lebih baik kedepan, antara lain:
a)      Meningkatnya kemampuan kepemimpinan masyarakat
b)      Meningkatnya pengorganisasian kesehatan oleh masyarakat
c)       Meningkatnya peran serta masyarakat dalam mengelola dana
d)      Meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan.




B.      Pemberdayaan Masyarakat
1.       Definisi
Pemeberdayaan masayrakat adalah kegiatan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Oleh karena itu, batas antara sasaran dan pelaku pemberdayaan masyarakat  sangat tipis sehingga dapat dikatan bahwa sasaran adalah sekaligus pelaku pemberdayaan.
Menurut Depkes RI (2007), pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan adalah upaya menumbuhkan kemampuan masyarakat agar mempunyai daya atau kekuatan untuk hidup mandiri dibidang kesehatan.

2.       Tujuan
a)      Umum
Meningkatkan kemandirian masyarakat dan keluarga dalam bidang kesehatan, membuat masyarakat dapat member andil dalam meningkatkan derajat kesehatannya.

b)      Khusus
1)      Meningkatnya pengetahuan masyarakat
2)      Meningkatnya kemampuan masyarakat
3)      Meningkatnya pemanfaatan fasiltas kesehatan
4)      Masyarakat mampu mengenali, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kualitas kesehatannya. Termasuk memperoleh pelayanan tanpa kesulitan dalam pembiayaan.
5)      Memahami dan menyadari pentingnya kesehatan
6)      Memilikiketerampilan untuk memelihara kesehatan
7)      Berupaya bersama dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan lingkungan.
8)      Meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan secara sistemis
9)      Terwujudnya pelembagaan upaya kesehatan masyarakat di tingkat lapangan.

3.       Sasaran dan pelaku
a)      Pemberdayaan perorangan
b)      Pemberdayaan keluarga
c)       Pemberdayaan masyarakat
Kesemuanya ini berorientasi pada kemandirian untuk meningkatkan derajat kesehatan.
4.       Prinsip
a)      Menumbuh kembangkan potensi masyarakat
b)      Menumbuh kembangkan peran serta masyarakat
c)       Menumbuhkan semangat gotong-royong
d)      Bekerjasama dengan masyarakat
e)      Keputusan berda dalam masyarakat
f)       Menggalang kemtraan dengan LSM dan ormas.
g)      Mengadakan promosi , pendidkan dan pelatihan yang seluas-luasnya.
h)      Upaya dilkukan dengan kemitraan beberapa pihak
i)        Desentralisasi sesuai budaya setempat

5.       Ciri
Berlandaskan pada kemapuan/kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Tidak bergantung pada pa yang telah disedakan oleh pemrintah. Adapun kemapuan yang dimiliki masyarakat antara lain:
a)      TOMAS, semua orang yang memilik pengaruh dalam masyarakat
b)      Ormas, seperti PKK, LPP, Pengajian, dsb.
c)       Dana masyarakat, merupakan unsure yang paling urgent
d)      Sarana dan material dim iliki oleh masyarakat
e)      Masyarakat memiliki pengetahuan yang bermanfaat bagi embangunan kesehatan
f)       Teknologi yang dimiliki
g)      Pemecahan masalah dengan pengambian keputusan yang tepat.

6.       Model
c)       Community leaders
d)      Community organization
e)      Community fund
f)       Community material
g)      Community knowledge
h)      Community technology
i)        Community decision making

7.       Strategi
Strategi yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah sebagaimana berikut:
a)      Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan bagi masyarakat
b)      Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah
c)       Mengembangkan berbagai cara untuk menggali dan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki
d)      Mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembangunan kesehatan yang sesuai kultur stempat
e)      Mengembangkan manajemen sumberdaya yang dimiliki masyarakat

8.       Langkah
Langkah utama pemberdayan adalh dengan memfasilitasi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran:
a)      Mengidentifikasi masalah, penyebab terjadinya masalah, dan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah
b)      Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternative pemecahan masalah
c)       Menetapkan alternative pemecahan masakah yang layak, merencanankan, dan melaksanakannya.
d)      Memantau, mengevaluasi, dan membina kelestarian upaya;upaya yang telah dilakukan
 


Untuk melaksanakan fasilitasi maka dapat digunakan metode Paticipatory Rural Aprasial (PRA), sedangkan untuk meningkatkakan pengetahuan masyarakat dapat digunakan metode komunkasi informasi edukasi (KIE). Berikut adalah kegiatan PRA:
a)      Menilai atau memahami keadaan di masyarakat dan dapat dilakukan untuk penjajakan akurasi data.
b)      Mendorong dalam upaya mereka untuk mengatasi masalah secara partisipatif dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada.
Sementara langkah kegiatan ditingkat operasional meiputi:
a)      Pendekatan pada tokoh masyarakat (advokasi)
b)      Survey mawas diri (Community diagnosis)perumausan masalah oleh masyarakat (community Prescription)
c)       Pemecahan masalah bersama (Community Treatment)
d)      Pembinaan dan pengembangan (development)

9.       Indikator keberhasilan
a)      Indicator input
merupakan sumberdaya yang berperan seperti TOGA, TOMAS, Kader, dana, alat, barang, sarana dan prasarana.
b)      Indicator proses
Merupakan jumlah dan jenis kegiatan yang dilakukan sepertih: Jumlah pelatihan, jumlah kegiatan penyuluhan, dan jumlah pertemuan dalam membuat keputusan.
c)       Indicator output
Dapat berupa peningkatan TOGA/TOMAS/Kader yang ikut berperan aktif, jumlah individu, keluarga atau masyarakat yang meningkat pengetahuan/kesadaran/kemampuannya dibidang kesehatan, peningkatan jumlah rumah yang memenuhi pesayaratan kesehatan jumlah posyandu dan polindes yang meningkat kebermanfaatannya.

10.   Kegiatan teknis pemberdayaan
a)      Pengamatan epidemiolologi sederhana, adalah program survailance epidemiologi yang dilakukan oleh masyarakat, secara sistematis dan terus menerus, terhadap penyakit atau masalah kesehatan.
b)      Promosi kesehatan, digunakan untuk meningkatkan derajat kesehatan secara komprehensif, terutama menciptakan perilaku baru kearah yang lebih baik.
c)       Keluarga sadar gizi, merupakan keluarga yang mampu mengenali maslah gizi setiap anggota kelaurganya dan mengambil langkah untuk mengatasinya.
d)      PHBS, merupakan upaya peningkatan pengetahuan, kesadaran, kemampuan, dan kemauan, untuk berperilaku hidup bersih dan sehta bagi pribadi, keluarga atau masyarakat secara luas.

Daftar Pustaka: Mubarak, W.I. 2012. Ilmu kesehatan masyarakat konsep dan aplikasi dalam kehidupan. Jakarta: salemba medika

Tidak ada komentar:

 
 
Blogger Templates