A.
Peran Serta Masyarakat (PSM)
1.
Konsep
Peran serta masyarkat atau (PSM)
adalah proses dimana individu, keluaga dan lembaga masyarkat termasuk
swasta dalam mengambil tanggung jawab atas kesehatan nya.
PSM ini bersifat persuasive tidak memerintah dan lebih condong kepada
peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan masyarakat dalam
menemukan, merencanakan, dan memecahkan masalah menggunkan sumber daya yang
mereka miliki.
World Health Asembly (1979) menyatakan PSM adalah proses untuk mewujudkan
kerjasama kemitraan antara pemerintag dan masyarakat setempat dalam merencanakan,
melaksanakan, dan memanfaatkan kegiatan kesehatan sehingga memperoleh manfaat
berupa peningkatan kemampuan masyarakat. Masyarakat sendiri berperan sebagai
enentu prasarana dan pemeliharaan teknologo tepat guna dalam pelaynan
kesehatan. Adapun hal-hal yang dilakukan dalam PSM adalah:
a)
Mengambil tanggug jawab atas kesehatan dan
ketergantungan dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat
b)
Mengembangkan kemampuan untuk berkontribsi dalam
pengembangan kesehatan mereka sendir dan masyarkat sehingga termotivasi untuk
memecahkan berbagai masalah kesehatan.
c)
Menjadi agen pembangunan kesehatan dan pemimpin
dalam menggerakkan PSM.
2.
Definisi
Ada banyak pengertian atau definisi dari PSM itu sendiri menurut para
ahli dalam Mubarak (2012), antara lain:
a)
Arnstein (1969) mengemukakan bahwa PSM adalah
bagaimana masyarakat dpat dalam perubahan sosial yang memungkinkan mereka
mendapatkan bagian atau keuntungan dari kelompok yang berpengaruh
b)
Depkes RI (1997), PSM dalam bidang kesehatan
adalah keadaan dimana individu, keluarga, maupun masyarakat umum ikut serta
bertanggun g jawab terhadap kesehatan diri, keluarga maupun kesehatan
masyarakat kingkungannya.
c)
Canter (1997), PSM adalah suatu proses yang
melibatkan masyarakat, yaitu proses komunikasi dua arah yang terus menerus
untuk meningkatkan penegrtian masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa PSM
mengandung arti diri sendiri, keluarga dan masyarakat yang berkomunikasi
interaktif guna bertanggung jawab, membangun dan mengembangkan guna mendapat
keuntungan secara umum berupak derajat kesehatan yang meningkat.
3.
TujuanSasaran dan Arti penting
PSM sendiri memiliki tujuan umum dan khusus:
a)
Tujuan Umum
Psm bertujuan untuk mewujudkan upaya yang dilakukan masyarakkat secara
teroganisir untuk meningkatkan jumlah dan mutu upaya kesehatan masyarakat dalam
bidang kesehatan.
b)
Tujuan Khusus
1)
Terwujudnya opini positif pada masayarakat
terhadap kesehatan
2)
Terwujudnya pelayanan kesehatan untuk memacu
pembangunan kesehatan.
3)
Meningkatkan kemandirina dan kerjasama lembaga
non-pemerintah
4)
Meningkatnya kualitas dan kuantitas kelembagaan
non-pemerintah
5)
Memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap
tahap dan proses pembangunan
6)
Memperkuat kemampuan pemimpin, pemuda, dan TOMAS
dalam menggerakkan masyarakat
7)
Meningkatnya kemampuan berorganisasi masyarakat
8)
Meningkatnya kemampuan masyarakat dan organisasi
dalam menggali dan menghimpun dan mengelola upaya keseshatan masyarakat
9)
Dan terbinanya organisasi dan institusi yang
berorientasi kesehatan masyarakat.
Adapun tujuan tersebut harus
memperhatikan beberpa prinsip sebagimana berikut:
a)
Mengutamakan organisasi yang sudah ada
b)
Membentuk dan membina pemimpin
c)
Meningkatkan kemampuan pelayan dan promosi
kesehatan
d)
Member kesempatan kepada seluruh masyarakat
e)
Memandirikan masyarakat.
Sasaran dari PSM adalah
a)
TOGA dan TOMAS
b)
Keluarga
c)
Kelompok Khusus (GenMu, Wanita, Angkatan kerja,
dll)
d)
Dan Organisasi (OP, pengobatan tradisional, LSM)
PSM ini merupakan unsure mutlak
dalam pembinaan kesehatan dan memegang kunci penting dalam mencapai
keberhasilan kesehatan.
4.
Bentuk dan teknik
Partisipasi masyarakat dapat terjadi dalam beberpa tingkatan yaitu:
a)
Peran serta karena terpaksa karena adanya
ancqaman atau sanksi
b)
Peran serta karena imbalan berorientasi pada
profit
c)
Peran serta karena kesadaran berorientasi pada
kebutuhan
d)
Partisipasi karena ingin meniru dimunculkan
karena dentifikasi
e)
Partisipasi karena tuntuan HAM dan tanggung
jawab, merupakan tingkat artisipasi paling tinggi
5.
Wujud dan Tingkat
Wujud PSM ada 2 yaitu tenaga dan materi. Sedangkan tingkatannya mrip
seperti bentuk PSM itu sendiri.
6.
Motivasi
Motivasi menurut depkes (1997) adalah dorongan dalam diri seseorang yang
menyebabkan orang tersebut melakukan kegiatan terrentu guna mencapai tujuan.
Motivasi ini ada 3 komponen yaitu:
a)
Menggerakkan, berrti mnimbulakn kekuatan pada
individu
b)
Mengarahkan, agar tujuan tersebut tercapai
c)
Menjaga dan menopang dilakukan agar motivasi
tersebut tidak hilang
Motivasi timbul karean ingin tahu, profit yang menggiurkan,menghindari
sanksi.
7.
Faktor yang mempengaruhi
a)
Tingkat pengetahuan, intinya semakin tinggi
pengetahuan maka semakin tinggi esadaran masyarakat untuk berperan serta.
b)
Sikap mental, merupakan kondis kejiwaan,
perasaan dan keinginan dimana semua hal ini berpengaruh dari dalam individu
keluar menuju lingkungan.
c)
Tingkat kebutuhan, selama tingkat kebutuhan
terpenuhi dalam keiutsertaan anggota maka, PSM ini kan terus berkembang.
d)
Keterikatan kelompok, hubungan individu juga
akan mempengaruhi , seperti hubungan keluarga, atau ikatan formal seperti
anggota organisasi dll.
e)
Tingkat kemapuan Sumber daya, hal ini sanagt
dipengaruhi oleh tingakat kebutuhan masyarakat.
f)
Sedangakan dalam kegaiatnnya faktor yang mempengaruhi PSM adalah: manfaat,
kesemapatan, keterampilan yang khusus,
rasa memiliki, tokoh masyarakat.
8.
Faktor pendorong dan penghambat partisipasi
masyarakat
a)
Faktor pendorong
1)
Konsep pertisipasi masyarakat seerti gotong
royong
2)
Kesadaran lingkunga oleh pihak penyedia
pelayanan.
b)
Faktor penghambat
1)
Presepsi yang kontra
2)
Pelayan terlalu mengejar target sehingg berkesan
tidak partisipatif
9.
Keuntungan Partisipasi masyarakat
a)
Bagi masyarakat:
1)
Upaya kesehatan dilaksanakan sesuai dengan
masalah yang dihadapi
2)
Upaya kesehatan dapat diterima dan dijangkau
3)
Masyarakat merasa puas karena mempunyai andil
dalam menilai pelaksanaan upaya kesehatan
4)
Masyarakat akan mengembangkan sikap positif
serta motivasi mereka untuk hidup sehat.
b)
Bagi Penyelenggara pelayanan
1)
Adanya penemuan dan pengerahan potensi untuk
pemabngunan bidang kesehatan.
2)
Meluasnya jangkauan pelayanan kesehatan
3)
Mencipatakn rasa ikut memiliki dan ikut bertanggung
jawab di pihak masyarakat
4)
Menjadi wadah dan jalur control terhadap
pelayanan kesehatan
5)
Sebagai pintu masuk untuk partisipasi di bidang
lain
6)
Wadah dialog antara masyarakat dan pihak
penyelenggara
10.
Kebijkan dan pengembangan
a)
Kebijakan
1)
Dilakukan mengtamakan jalur organisasi yang
sudah ada
2)
Pembentukan dan pembinaan keemimpinan yang
berorientasi kesehatan
3)
Pemberian kemampuan, kekeuatan, dan kesempatan yang
lebih kepada organisasi.
b)
Pengembangan
1)
Pembangunan masyarakat desa, hal ini dilakukan
dengan cara gotong royong dan swadaya. Hal ini dilakukan dalam rangka menolong
diri (masyarakat) untuk mengenal dan memecahkan masalah.
2)
Posyandu, posyandu akan direvitalisasi dan
dititik beratkan pada strategi pendekatan upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat.
3)
Dana sehat, proses pemeliharaan kesehatan dari,
oleh, dan bersama masyarakat.
11.
Pengembangan PSM
a)
Dengan pola rekayasa, dan rekaysa sosial
b)
Penggunaan norma
c)
Power coresive strategis
d)
Pola factorial
Sedangkan peningkatannya dapat
berupa
a)
Mematangkan kesiapan masyarakat
b)
Mewujudkan pemimpin dan perintis pemangunan
c)
Mengenal, mengajak, member kesempatan, dan
melibatkan berbagai organisasi masyarakat
d)
Menyelengarakan oenddikan dan latihan bagi
penyelenggra upaya kesehatan.
12.
Langkah Pengembangan
a)
Pertemuan tingkat desa
b)
Pengkajian dan penjajakan atau survey masyarakat
c)
Musyawarah masyarakat desa guna mengenalsis
masalah oleh masyarakat
d)
Pembentukan, pelatihan, dan pembinaan kader
kesehatan.
e)
Pelaksanana upaya kesehatan oleh masyarakat
f)
Pembinaan dan plestarian kegiatan, serta tndak
lanjut.
Rangkaian ini pada dasarnya
adalah pendekatan edukatif agar masyarakat sadar dan aktif terlibat dalam
pengenalan masalah.
13.
Pendekatan /Pertemuan Tingkat desa
Kegiatan in meruapakan kegiatan awal dari pembinaan peran serta
masyarakat ditingkat desa dengan tujuan:
a)
Dikenali masalah kesehatan secara umum
b)
Dikenalnya program yang akan dijalankan
c)
Penelaahan masalah kesehatan
d)
Mendapat dukungan pamong dan pemuka masyarakat
e)
Tersusunnya kelompok kerja.
14.
Survey mawas diri
Adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan fakta, data, informasi,baik
kuantitatif dan kualitatif terkait masalah kesehatan, benaca, dan kegawat
daruratan.
15.
Musyawarah Masyarkat desa
Merupakan pertemuan seluruh masyarakat guna membahas hasil survey, guna:
a)
Masyarakat mengenal permasalahan yang dihadap
b)
Memberoleh kesepakatan bersama dalam
menanggulangi permasalahan tersebut
c)
Serta menyusun rencana kerja.
16.
Pelatihan kader kesehatan desa
Hal ini perlu karena dalam rangka mempersiapkan kaer kesehatan agar mau
dan mampu berperan serta dalam mengembangkan program kesehatan di wilayahnya.
17.
Pelaksanaan Upaya kesehatan oleh masyarakat
Upaya kesehatan yang dilkukan oleh masyarkat mencakup upaya preventif,
promotif, kuratif, dan rehabilitative. Upaya
yang dilkukan berupa posyandu, toko obat keluarga, polindes, dan pos kesehatan.
Dimana kesuma upaya ini masih dibawah pembinaan oleh puskesmas setempat.
18.
Tolak ukur keberhasilan
Adapun [eran serta masyarakat mempunyai tolak ukur agar dapat menjadi
bahan evaluasi program yang lebih baik kedepan, antara lain:
a)
Meningkatnya kemampuan kepemimpinan masyarakat
b)
Meningkatnya pengorganisasian kesehatan oleh
masyarakat
c)
Meningkatnya peran serta masyarakat dalam
mengelola dana
d)
Meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap
program kesehatan.
B.
Pemberdayaan Masyarakat
1.
Definisi
Pemeberdayaan masayrakat adalah kegiatan dari, oleh, untuk, dan bersama
masyarakat. Oleh karena itu, batas antara sasaran dan pelaku pemberdayaan
masyarakat sangat tipis sehingga dapat
dikatan bahwa sasaran adalah sekaligus pelaku pemberdayaan.
Menurut Depkes RI (2007), pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan
adalah upaya menumbuhkan kemampuan masyarakat agar mempunyai daya atau kekuatan
untuk hidup mandiri dibidang kesehatan.
2.
Tujuan
a)
Umum
Meningkatkan kemandirian masyarakat dan keluarga dalam bidang kesehatan,
membuat masyarakat dapat member andil dalam meningkatkan derajat kesehatannya.
b)
Khusus
1)
Meningkatnya pengetahuan masyarakat
2)
Meningkatnya kemampuan masyarakat
3)
Meningkatnya pemanfaatan fasiltas kesehatan
4)
Masyarakat mampu mengenali, memelihara,
melindungi, dan meningkatkan kualitas kesehatannya. Termasuk memperoleh
pelayanan tanpa kesulitan dalam pembiayaan.
5)
Memahami dan menyadari pentingnya kesehatan
6)
Memilikiketerampilan untuk memelihara kesehatan
7)
Berupaya bersama dalam menjaga dan meningkatkan
kesehatan lingkungan.
8)
Meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan
secara sistemis
9)
Terwujudnya pelembagaan upaya kesehatan
masyarakat di tingkat lapangan.
3.
Sasaran dan pelaku
a)
Pemberdayaan perorangan
b)
Pemberdayaan keluarga
c)
Pemberdayaan masyarakat
Kesemuanya ini berorientasi pada
kemandirian untuk meningkatkan derajat kesehatan.
4.
Prinsip
a)
Menumbuh kembangkan potensi masyarakat
b)
Menumbuh kembangkan peran serta masyarakat
c)
Menumbuhkan semangat gotong-royong
d)
Bekerjasama dengan masyarakat
e)
Keputusan berda dalam masyarakat
f)
Menggalang kemtraan dengan LSM dan ormas.
g)
Mengadakan promosi , pendidkan dan pelatihan
yang seluas-luasnya.
h)
Upaya dilkukan dengan kemitraan beberapa pihak
i)
Desentralisasi sesuai budaya setempat
5.
Ciri
Berlandaskan pada kemapuan/kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Tidak bergantung pada pa yang telah disedakan oleh pemrintah. Adapun
kemapuan yang dimiliki masyarakat antara lain:
a)
TOMAS, semua orang yang memilik pengaruh dalam
masyarakat
b)
Ormas, seperti PKK, LPP, Pengajian, dsb.
c)
Dana masyarakat, merupakan unsure yang paling
urgent
d)
Sarana dan material dim iliki oleh masyarakat
e)
Masyarakat memiliki pengetahuan yang bermanfaat
bagi embangunan kesehatan
f)
Teknologi yang dimiliki
g)
Pemecahan masalah dengan pengambian keputusan
yang tepat.
6.
Model
c)
Community leaders
d)
Community organization
e)
Community fund
f)
Community material
g)
Community knowledge
h)
Community technology
i)
Community decision making
7.
Strategi
Strategi yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah sebagaimana
berikut:
a)
Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya
kesehatan bagi masyarakat
b)
Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan oleh
pemerintah
c)
Mengembangkan berbagai cara untuk menggali dan
memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki
d)
Mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembangunan
kesehatan yang sesuai kultur stempat
e)
Mengembangkan manajemen sumberdaya yang dimiliki
masyarakat
8.
Langkah
Langkah utama pemberdayan adalh dengan memfasilitasi masyarakat untuk
menjalani proses pembelajaran:
a)
Mengidentifikasi masalah, penyebab terjadinya
masalah, dan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah
b)
Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternative pemecahan
masalah
c)
Menetapkan alternative pemecahan masakah yang
layak, merencanankan, dan melaksanakannya.
d)
Memantau, mengevaluasi, dan membina kelestarian
upaya;upaya yang telah dilakukan
Untuk melaksanakan fasilitasi maka
dapat digunakan metode Paticipatory Rural
Aprasial (PRA), sedangkan untuk meningkatkakan pengetahuan masyarakat dapat
digunakan metode komunkasi informasi edukasi (KIE). Berikut adalah kegiatan
PRA:
a)
Menilai atau memahami keadaan di masyarakat dan
dapat dilakukan untuk penjajakan akurasi data.
b)
Mendorong dalam upaya mereka untuk mengatasi
masalah secara partisipatif dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang
ada.
Sementara langkah kegiatan
ditingkat operasional meiputi:
a)
Pendekatan pada tokoh masyarakat (advokasi)
b)
Survey mawas diri (Community diagnosis)perumausan
masalah oleh masyarakat (community Prescription)
c)
Pemecahan masalah bersama (Community Treatment)
d)
Pembinaan dan pengembangan (development)
9.
Indikator keberhasilan
a)
Indicator input
merupakan sumberdaya yang berperan seperti TOGA, TOMAS, Kader, dana,
alat, barang, sarana dan prasarana.
b)
Indicator proses
Merupakan jumlah dan jenis kegiatan yang dilakukan sepertih: Jumlah
pelatihan, jumlah kegiatan penyuluhan, dan jumlah pertemuan dalam membuat
keputusan.
c)
Indicator output
Dapat berupa peningkatan TOGA/TOMAS/Kader yang ikut berperan aktif, jumlah
individu, keluarga atau masyarakat yang meningkat pengetahuan/kesadaran/kemampuannya
dibidang kesehatan, peningkatan jumlah rumah yang memenuhi pesayaratan
kesehatan jumlah posyandu dan polindes yang meningkat kebermanfaatannya.
10.
Kegiatan teknis pemberdayaan
a)
Pengamatan epidemiolologi sederhana, adalah
program survailance epidemiologi yang dilakukan oleh masyarakat, secara
sistematis dan terus menerus, terhadap penyakit atau masalah kesehatan.
b)
Promosi kesehatan, digunakan untuk meningkatkan
derajat kesehatan secara komprehensif, terutama menciptakan perilaku baru kearah
yang lebih baik.
c)
Keluarga sadar gizi, merupakan keluarga yang
mampu mengenali maslah gizi setiap anggota kelaurganya dan mengambil langkah
untuk mengatasinya.
d)
PHBS, merupakan upaya peningkatan pengetahuan,
kesadaran, kemampuan, dan kemauan, untuk berperilaku hidup bersih dan sehta
bagi pribadi, keluarga atau masyarakat secara luas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar