Beberapa minggu berlalu, mungkin karena sering chat dia mulai terbuka
kepadaku. Segala aktifitas hingga sejarah nasabnya pernah diceritakan kepadaku,
namun mungkin sekarang aku sudah agak lupa untuk mengingat setiap nama yang
pernah dia ceritakan.
Sebenarya melalui chat ini ada yang pernah membuat aku kagum padanya.
Pernah aku bertanya tentang Display Pictures (DP) keluarganya yang semenjak aku
punya pin nya DP tersebut tidak pernah berganti. Akupun bertanya kenapa DP nya
tidak pernah berganti kepadanya, tahukah engkau kawan apa jawabanya “kamu tahu,
semenjak aku punya BBM, DP itu yang aku pasang sampai sekarang” dengan manis ia
berkata begitu. tahukah juga engkau kawan, hal ini adalah kekagumanku yang
kedua setelah melihat foto DP nya yang sangat mecerminkan pengabdain seorang
anak kepada oragtuanya. Tidak lantas berhenti dari itu saja aku melanjutkan ke
pertanyaan yang lain “terus mau sampai kapan dipasang, gak ganti-ganti?”, ia pun
menjawab “bila waktunya tiba pasti nanti aku ganti”, tambah membuat aku
penasaran dengan anak ini, ternyata banyak kejutan di balik wajahnya yang
polos. Setelah itu aku tak begitu mengingat apa selanjutnya pembicaraan yang
kita bahas tapi yang pasti setelah itu aku selalu menunggu momen dimana DP itu
akan berganti.
Entah kenapa aku juga heran, tiba-tiba dia mulai curhat tentang
sahabatnya kepadaku, eh “Mantan Sahabat” maksud ku. Sepertinya dia mulai
jengkel dengan kelakuan mantan sahabatnya tersebut yang akhir-akhir itu selalu
mengganggu dia melalui media sosial apa saja. Sepertinya dia terlalu sakit hati
dengan mantan sahabatnya tersebut. Pernah Puput bercerita kepadaku tentang
sahabatnya, mereka awalnya seperti kita sekarang, yaitu teman dekat yang sering
chating dan lain sebagainya. Sahabatnya adalah dari keluarga orang kaya menurut
penangkapanku, akan tetapi orangtuanya selalu memanjakannya sehingga perilaku
nakalnya tereksplor sampai puncaknya. Berkelahi, rokok, dan minum alcohol
adalah kebiasaanya sehari-hari sebelum mengenal Puput. Namun setelah mengenal
Puput Sahabatnya tersebut menjadi “bertaubat” sekarang menjadi lebih baik,
Puput telah menginspirasinya untuk kembali kearah yang lebih positif. Tapi
entah kenapa, persahabatan mereka harus diakhiri dengan periode yang buruk.
Sahabatnya membuat Puput menangis tak karuan, hingga Ibunda Puput turun tangan
menenangkan juwitanya tersebut, begitu lara perasaan Puput. Puput pun selalu
menanyakan apa yang terjadi , apa alasannya sahabatnya tersebut berlaku begitu.
Namun sahabatnya tidak pernah menanggapi pertanyaanya tersebut, dan tidak
pernah menjelasakan pa yang terjadi. Pada akhirnya Puput pun menyadari dan
menyimpulkan sendiri apa yang sebenarnya terjadi bahwa sahabatnya tersebut
lebih memilih pacar baru nya ketimbang Puput sebagai sahabatnya.
Jujur aku akui bahwa pembicaraan tentang sahabatnya tersebut semakin
melekatkan hubungan pertemanan kita sekarang, sering aku melemparkan saran
kepada Puput agar tidak terlalu jengkel kepada mantan sahabatnya tersebut, dan
meminta agar mereka berbaikan kembali. Entah ditanggapi apa tidak atau malah
masuk telinga kanan keluar telinga kiri, yang pasti kita sangat menikmati
setiap detik waktu itu. Seperti kata Spongebob dalam salah satu episodenya dia
berkata “Setiap detiknya adalah emas”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar